TUGAS 3

MENGAPA PERAMAL TIDAK DI MASUKKAN DALAM KURIKULUM MPB (Metode Penelitian Bisnis)  dan APA PERBEDAAN PERAMAL DENGAN PENELITIAN ILMIAH ???

 

Definisi dari kata paranormal, hal ini dijelaskan sebagai sesuatu yang berada di luar atau bertentangan dengan apa yang dianggap ilmiah mungkin.Definisi ini menyiratkan bahwa penjelasan ilmiah tentang dunia di sekitar kita adalah ‘normal’ bagian dari kata dan para ‘membentuk di atas, di luar, di samping, sebaliknya, atau terhadap bagian dari maknanya.paranormal istilah berasal dari penggunaan Latin dari awalan ‘para’, yang berarti ‘melawan, kontra, di luar atau di luar norma.’Keyakinan paranormal terkenal termasuk orang-orang yang berhubungan dengan hantu , kehidupan di luar bumi dan benda terbang tak dikenal , dan cryptids .

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata paranormal mengacu pada kata sifat “tidak dapat dijelaskan secara ilmiah” dan nomina yang berarti “orang yang mempunyai kemampuan dalam memahami, mengetahui, dan mempercayai hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.” Jikalau kita ingin menelaah apa dan bagaimana paranormal maka setidaknya pasti kita akan mengulas secara definisi dan juga pengamatan langsung di lapangan.

Paranormal dalam dunia ilmiah sudah termasuk objek ilmu yang dipelajari dalam suatu cabang ilmu psikologi yaitu, parapsikologi, sebuah ilmu pengetahuan yang meneliti segala macam hal yang berkaitan dengan sesuatu yang bersifat supranatural/metafisika.

Untuk memudahkan kita dari entropi dan ke-chaos-an istilah-paradigma, maka saya akan membagi paranormal sebagai orang yang mempunyai kemampuan adikodrati, kedua, paranormal sebagai profesi dan yang terakhir paranormal sebagai sebuah gejala di luar kewajaran. Masyarakat kita cenderung memberikan label “paranormal” kepada seseorang yang mempunyai kemampuan atau keterampilan supranatural.

Mendekati paranormal dari perspektif penelitian seringkali sulit karena kurangnya bukti fisik diterima dari sebagian besar fenomena jackson. Menurut definisi, paranormal tidak sesuai dengan harapan konvensional alam . Oleh karena itu, sebuah fenomena yang tidak dapat dikukuhkan sebagai paranormal dengan menggunakan metode ilmiah, karena jika itu bisa, itu akan tidak lagi sesuai dengan definisi. (Namun, konfirmasi akan menghasilkan fenomena yang direklasifikasi sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.) Meskipun masalah ini, studi tentang paranormal secara periodik dilakukan oleh peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Beberapa peneliti hanya mempelajari keyakinan pada paranormal terlepas dari apakah fenomena yang dianggap obyektif ada. Bagian ini berkaitan dengan berbagai pendekatan untuk paranormal: anekdot , eksperimental pendekatan, dan peserta-pengamat dan investigasi skeptis pendekatan.

Para peramal tidak dapat di masukkan dalam Kurikulum MPB (Metode Penelitia Bisnis) , karena MPB Memerlukan data dan analisis yang akurat dan jelas sumber data yang di jadikan penelitian dan tidak sembarangan metode yang di gunakan untuk meneliti sebuah kasus.

Perbedaan antara Peramal/ Paranormal dengan MPB adalah cara/ Metode yang di lakukan , MPB memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan penelitian ,dan mengguakan data dan sumber yang jelas, sedangkan Peramal/Paranormal sumbernya tidak pasti dan tidak akurat (Cenderung memberikan Prediksi yang tidak Jelas ).

Mekanisme dan Parameternya yang akan di pergunakan dalam proses penelitian pun sangat sulit dilakukan karena tidak ada materi yang bias di buktikan secara ilmiah dan otentik untuk Peramal.

 

 

Sumber :

http://sosbud.kompasiana.com/2010/09/21/paranormal-dialektika-metafisika-263987.html

http://lemahkuning.blogspot.com/2009/08/dari-e-mail-tetangga.html

http://sanetaka-mpb.blogspot.com/2012/07/tugas-2.html

 

 

JURNAL MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia)

JURNAL MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia)

 A. Nama               :  Windy Aprilia Murty

Judul Jurnal     :  “Pengaruh Kompensasi, Motivasi Dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Di Surabaya)”

Nama Jurnal    : The Indonesian Accounting Review

Volume           : Volume 2, No. 2, July 2012, pages 215 – 228

Variabel           :

Variabel  Indipendent :

–          Kompensasi (X1)

–          Motivasi (X2)

–          Komitmen Organisasional (X3)

Variabel Dependent :

–          Kinerja Karyawan (Y)

1

B. Nama               : Zulkifli

Judul Jurnal     : “Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Hutama Buana Internusa”

Nama Jurnal    : –

Volume           : –

Variabel           :

Variabel Independent :

–          Kompensasi (X1)

–          Motivasi (X2)

Variabel Dependent:

–          Kepuasan Kerja (Y)

2

 

C. Nama               : Novita Wahyu Setyowati dan Yustinus Yuniarto

Judul Jurnal     : “Pengaruh Kompensasi dan Motivasi dalam Rangka Berprestasi Kerja Dosen Tetap di Kampus X Jakarta Utara”

Nama Jurnal    : Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis

Volume           : Vol.3, No. 1, April 2012, 34-49

Variabel           :

Variabel Independet :

–          Kompensasi (X1)

–          Motivasi (X2)

Variabel Dependent :

–          Prestasi Kerja (Y)

 

3

 

 

D. Nama               : Ni Nyoman Supiatni

Judul Jurnal     : “Pengaruh Kompensasi , Diklat Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Di Hotel Mercure Sanur”

Nama Jurnal    : Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan

Volume           : Vol. 7 No.2, Juli 2012

Variabel           :

Variabel Independent :

–          Kompensasi (X1)

–          Diklat (X2)

–          Disiplin Kerja (X3)

Variabel Dependent :

–          Prestasi Kerja (Y)

 

4

 

 

E. Nama               : Edi Siregar

Judul Jurnal     : “Pengaruh Motivasi Kerja, Kinerja Individual dan Sistem  Kompensasi Finansial terhadap Kepuasan Kerja”

Nama Jurnal    : Jurnal Pendidikan Penabur

Volume           : No.16/Tahun ke-10/Juni 2011

Variabel           :

Variabel Independent :

–          Motivasi Kerja (X1)

–          Kinerja Individual (X2)

–          Sistem Kompensasi Financial (X3)

Variabel Dependent :

–          Kepuasan Kerja (Y)

5